Tuntutan global terhadap mutu pendidikan membawa konsekuensi untuk memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), khususnya pembelajaran praktikum di laboratorium. Tuntutan kompetensi ini dapat diwujudkan apabila peserta didik selain melakukan analisis, diskusi ilmiah, penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan baru melalui serangkaian debat ilmiah yang ditunjang oleh tersedianya referensi muktahir, serta pengembangan metode, perangkat lunak, peraturan dan prosedur praktikum tetapi seluruh mahasiswa perlu pengalaman belajar di laboratorium. Hal ini dilakukan agar dapat mendorong menuju pengelolaan yang profesional yang disesuaikan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, serta mengacu pada kebutuhan proses pembelajaran, agar tercipta suasana akademik yang kondusif, dengan mempertimbangkan aspek kecukupam, kesesuaian, keamanan, kenyamanan dan daya tampung/pemanfaatan beban, kekuatan fisik dan kemudahan. Laboratorium merupakan laboraorium tempat praktikum yang memberikan gambaran tentang hospital image sehingga bisa diakses oleh keperawatan, bahkan bila mungkin bidang keilmuan yang lain.

VISI MISI LABORATORIUM TERPADU

Visi Laboratorium Terpadu

Menjadi pusat kegiatan dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi seluruh civitas akademika, khususnya Jurusan S1 dan D3 Keperawatan, D3 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Misi Laboratorium Terpadu

  1. Menyelenggarakan Kegiatan Praktikum Keperawatan/Kebidanan sebagai penunjang kegiatan Akademik
  2. Menunjang Kegiatan Pengabdian Masyarakat
  3. Menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Ilmu Keahlian
  4. Menyelenggarakan Pendampingan Keperawatan/Kebidanan
  5. Mengembangkan keahlian/ ketrampilan dan Riset di bidang Keperawatan/Kebidanan
  6. Turut serta mendukung dalam berbagai kegiatan untuk pengembangan Profesi

Maksud dan Tujuan

Disediakannya Laboratorium Terpadu dimaksudkan untuk :
  1. Mengembangkan kemampuan Skill Keperawatan/Kebidanan
  2. Menjadi media Pembelajaran sebelum praktek di Lahan (RS/Puskesmas/ Komunitas/BPS)
  3. Menjadi            tempat/media       diskusi/pengkajian        masalah-masalah/Topik-topik Keperawatan/Kebidanan guna mengembangkan model
  4. Meningkatkan keahlian dalam menganalisis masalah Keperawatan/Kebidanan dalam Memberikan Asuhan Keperawatan/Kebidanan
  5. Meningkatkan            Keahlian       dalam       memecahkan       berbagai       masalah Keperawatan/Kebidanan
  6. Menyiapkan Lulusan yang memiliki kompetensi dalam Keperawatan/Kebidanan
  7. Menyiapkan Lulusan yang mampu berkompetisi dalam dunia global

Fungsi Laboratorium Terpadu

  1. Membantu kelancaran proses belajar mengajar praktikum Keperawatan/Kebidanan
  2. Membantu Mahasiswa/dosen belajar mandiri meningkatkan ketrampilan
  3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjadi asisten sebagai kaderisasi sesuai spesifikasi
  4. Sebagai mini hospital yang memberikan gambaran riil pada mahasiswa tentang kegiatan, suasana dan rutinitas di Rumah sakit.
  5. Menyelenggarakan Kegiatan Praktikum
  6. Menyelenggarakan Pengabdian Masyarakat

Dasar Hukum

  1. Undang-undang RI no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Indonesia
  2. Undang-undang RI no. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
  3. Undang-undang RI no. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi
  4. Undang-undang RI no. 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
  5. Peraturan Pemerintah RI no. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  6. Peraturan Pemerintah RI no. 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelanggaraan Pendidikan
  7. Peraturan Pemerintah RI no. 66 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelengaraan Pendidikan
  8. Peraturan Presiden no. 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
  9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. 73 tahun 2013 tentang Juklak Kerangka Kualifikasi nasional Indonesia
  10. Peraturan menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
  11. Keputusan Menteri Penddidikan Nasional no. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum PEndidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa
  12. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti pendidikan tinggi
  13. Keputusan Dirjen Dikti RI no. 43/dikti/kep/2006 tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi