All posts by Admin FIK

DIII Keperawatan FIK Unmuh Ponorogo Raih Akreditasi B

Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo berhasil meraih predikat akreditasi B. Hal ini sesuai dengan Keputusan Pengurus Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (Perkumpulan LAM-PTKes) nomor 0509/LAM-PTKes/Akr/Dip/IV/2016 tertanggal 17 April 2016. Status akreditasi ini berlaku selama lima tahun mendatang.

Visitasi akreditasi yang dilaksanakan pada tanggal 14 – 16 Maret 2016 lalu oleh Dr. Yulasti Arif, SKp, M.Kes dan Bondan Palestin, SKM., M.Kep., SP.Kom ini menunjukkan hasil yang baik. Ketua program studi DIII Keperawatan FIK Unmuh Ponorogo Metti Verawati, S.Kep., Ns., M.Kes, mengaku sangat bersyukur dengan diraihnya peringkat B tersebut, apalagi nilai yang diraihnya dapat mencapai 313.

Dengan akreditasi B tersebut menunjukkan bahwa program studi DIII Keperawatan telah melakukan penjaminan mutu kepada mahasiswa sebagai peserta didiknya.
Keberadaan akreditasi baik program studi terlebih institusi sangat penting. Akreditasi merupakan syarat mutlak suatu institusi perguruan tinggi. Karena hal tersebut merupakan substansi standar yang ada dan merupakan bentuk pertanggungjawaban dan akuntabilitas publik.

“Terima kasih kepada semuanya atas doa, restu dan dukungan hingga akhirnya kami mendapatkan nilai ini, semoga ini merupakan awal mula yang baik bagi kami untuk menjadikan institusi ini lebih baik”, harap Sulistyo Andarmoyo, S.Kep.Ns., M.Kes Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Unmuh Ponorogo.

Dengan peringkat akreditasi B ini, Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo berharap Prodi DIII Keperawatan Unmuh Ponorogo semakin percaya diri menatap masa depan. Setahap demi setahap, peringkat akreditasi prodi yang ada di lingkungan Unmuh Ponorogo mengalami peningkatan hal ini sekaligus memberikan “sinyal” positif bagi perkembangan institusi. Dengan kata lain, jika semua prodi memiliki peringkat akreditasi minimal B maka untuk mewujudkan peringkat akreditasi Institusi dengan status “A” sudah semakin dekat.(Humas FIK)

Perhelatan Duta Mahasiswa GenRe 2016, FIK Borong Lagi Juara

153

Remaja putra-putri berenggak-lenggok tampak menunjukkan kepiawaiannya di panggung ruang Seminar Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Satu-persatu bergantian menjawab soal dari dewan juri. Itulah sepotong perhelatan Duta Mahasiswa(Dumas) Generasi Berencana(GenRe) 2016.

Perhelatan Duta Mahasiswa GenRe ini merupakan kegiatan tahunan Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Mahasiswa Fajar Melati Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pada tahun sebelumnya pasangan Siska Indah Taufiq Diani dan Heri Susanto, mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, telah membawa nama baik Unmuh Ponorogo dan Kabupaten Ponorogo dalam pemilihan Duta Mahasiswa Genre Jawa Timur 2015. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 31 Maret – 4 April 2016 ini mencari bibit-bibit kader genre yang berkualitas serta mampu bersosialisasi kepada teman sebaya mengenai program Triad KRR.

Bukan hanya itu Duta Genre juga diharuskan memiliki kepribadian yang baik, integritas yang mumpuni, dan kemampuan berbicara di depan publik dengan ciamik. Apa tugas utama seorang Duta Genre? Tugas mereka adalah sebagai penyambung pesan dari BKKBN kepada generasi muda di seluruh Indonesia agar memiliki pemahaman yang baik tentang keluarga berencana, kependudukan, dan pembangunan keluarga. Remaja dipilih sebagai objek utama karena merekalah masa depan Indonesia.

Antusias pemilihan Dumas GenRe tahun ini diluar perkiraan panitia. Pasalnya syarat dan ketentuan yang sangat terbuka. Mahasiswa maksimal semester 4, berpenampilan menarik, serta peduli untuk menyampaikan kontribusi ide dan gagasan untuk menjauhi TRIAD KRR bagi remaja Ponorogo sesuai dengan tema “Remaja = Masa Depan Bangsa, Peduli Remaja = Peduli Masa Depan Bangsa”. TRIAD KRR sendiri merupakan tiga masalah rentan remaja yaitu penyalagunaan napza(narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya), HIV/AIDS, dan seksualitas.

Menjadi Duta Genre memang tidak mudah. Ajangnya memang mirip-mirip pemilihan atau kompetisi mencari putri Indonesia atau Kakang Senduk Kabupaten Ponorogo. Ini memang dikompetisikan untuk menjaring putra dan putri terbaik Ponorogo yang layak dijadikan Duta Genre. Selain persoalan kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga, para Duta Genre juga mesti paham dengan BKKBN sebagai entitas negara yang mengurusi persoalan ini, memiliki kepribadian yang menarik, intergritasnya baik, memahami seluk beluk kerumahtanggaan, bahkan piawai table manner, sampai punya kemampuan public speaking yang lumayan. Kemampuan-kemampuan ini berkelindan satu dan yang lainnya.

Tentu, tak hanya sepasang Duta Genre yang punya tanggung jawab. Di setiap pemilihan, BKKBN setempat lazim sudah diwanti-wanti pemenang untuk aktif menjadi rule model buat remaja sebaya.

Tercatat 54 mahasiswa dari berbagai program studi di Unmuh Ponorogo mendaftar dalam perhelatan kali ini. Setelah dari serangkaian seleksi wawancara dan presentasi terpilihlah 13 putra dan 15 putri sebagai finalis grand final Dumas GenRe 2016 untuk menjawab pertanyaan yang telah diundi dari dewan juri. Hanya 14 besar terbaiklah yang berhak memasuki tahap selanjutnya. Terlihat jawaban peserta jauh lebih matang dari kemampuan presentasi, penyuluhan, serta pemahaman materi.

Arif Mujahidin selaku juri perhelatan ini mengungkapkan mahasiswa harus mampu memaksimalkan potensinya sebagai remaja salah satunya dengan menjadi Duta Mahasiswa GenRe 2016. Beliau menargetkan Dumas GenRe tahun ini bisa menembus level nasional. “Perwakilan Ponorogo pernah mencicipi tingkat nasional. Saya menargetkan tahun ini kita bisa kembali merebut posisi tersebut,” ucapnya optimis.

Berkaca dari tahun lalu, perhelatan ini menitikberatan kemampuan peserta untuk memberikan penyuluhan melalui simulasi dengan berbagai kondisi seperti penyuluhan untuk ODHA, pergaulan bebas pada anak-anak, bahaya merokok dan lain-lain.

Setelah serangkaian seleksi akhirnya terpilihlah Titis Wiratama dan Rika Aprilia Samsul sebagai juara pertama, Ganang Arya M.-Madina Eka Putri sebagai juara kedua, Irvan Nugroho-Thalia Ayu Almaida sebagai juara ketiga. Juara Pertama perhelatan kali ini diborong oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Unmuh Ponorogo.

“Semua peserta telah menjadi juara karena telah ikut peduli terhadap remaja Ponorogo,” ujar Puji Lestari selaku ketua umum UKM PIKM Fajar Melati. Panitia pun berharap semua peserta nantinya ikut berkontribusi dalam program kerja UKM PIKM Fajar Melati.

Arif Mujahidin menambahkan harapannya bagi pemenang Dumas GenRe 2016 dapat menjadi juara nasional seperti beberapa tahun sebelumnya.” Cita-citanya pemenang Dumas GenRe 2016 dapat juara hingga tingkat nasional.”(Tika/Toon)

Cek Up Di Pengajian Ahad Pagi Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Kegiatan ini diselenggarakan oleh HMJ DIII Keperawatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo setiap minggu ke empat di setiap bulannya. Sampai saat ini kegiatan telah berlangsung dua kali di Halaman Utama Kampus Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

 

IMG-20160301-WA0000

Kegiatan ini ditargetkan untuk jamaah pengajian ahad pagi yang biasa diselenggarakan oleh kampus. Dalam kesempatan kali ini HMJ DIII Keperawatan bekerja sama dengan Poliklinik Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Kaprodi DIII Keperawatan sangat mendukung kegiatan ini agar terselenggara pada even-even penting kampus lainnya.

IMG-20160301-WA0001

Pelatihan Preceptorship dan Mentorship

1

Pelaksanaan pelatihan ini dibagi menjadi hari yaitu yaitu pada 17 s/d 18 Februari 2016 lalu di Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan RSU Aisyiyah Ponorogo. Selain peserta dari dosen Fakultas Ilmu Kesehatan(FIK) Universitas Muhammadiyah Ponorogo, pelatihan ini diikuti pula oPreceptor atau Clinical Instructure Rumah Sakit yang digunakan sebagai lahan praktik yaitu RSUD dr.Soedono Madiun, RSUD dr. Hardjono Ponorogo, RSU Aisyiyah Ponorogo, RSU Muhammadiyah Ponorogo, RS Muslimat, dan RS Darmayu.

3

Pelatihan preceptorship dan mentorship ini bertujuan memberikan pemahaman yang mendasar kepada pembimbing klinik dalam proses pembelajaran profesi selama di wahana praktik mahasiswa.

6

Pamateri pelatihan preceptorship dan mentorship ini didatangkan langsung dari Yogyakarta yaitu Moh. Afandi, S.Kep, Ns, MAN. Dalam kesempatan kali ini peserta mempraktikkan berbagai model pembelajaran klinik diantaranya preseptorship model, bed site teaching (BST), stategi pemberian feedback, conferenre, presentasi jurnal, dan presentasi kasus.

4

Para peserta mengikuti pelatihan ini dengan semangat dan antusiasme yang tinggi.Sulistyo Andarmoyo, S.Kep., Ns., M.Kes selaku ketua panitia berharap peserta pelatihan preceptorship dan mentorship ini dapat memberikan pendidikan mahasiswa keperawatan, terutama transisi dari siswa untuk perawat yang telah teregistrasi. Sehingga diskusi antar preceptor dan preceptee lebih kondusif yang nantinya dapat meningkatkan pendidikan dan praktik keperawatan.

Peduli Lansia, Fakultas Ilmu Kesehatan Dirikan Posyandu Lansia

IMG-20160303-WA0005

PKMD-Universitas Muhammadiyah Ponorogo membuktikan kepeduliannya terhadap para orang tua lanjut usia dengan mendirikan Posyandu Lansia Wijaya Kusuma di Balai desa Kepuh Rubuh Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo pada hari Selasa(26/01) lalu.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini bekerjasama dengan Puskesmas Siman dan Kepala Desa setempat ini diikuti oleh 40 orang lansia warga desa Kepuh Rubuh.

Dalam kegiatan ini diselenggarakan pula kegiatan lain yaitu pengobatan gratis. Pembentukan posyandu lansia dilatarbelakangi karena di desa tersebut belum ada bentukan posyandu untuk lansia.Acara berlangsung khidmat dan lancar, antusias warga desa Kepuh Rubuh sangat luar biasa, hal ini terlihat dari peserta yang datang serta perangkat desa. Dilanjutkan dengan pemeriksaan dan pengobatan secara gratis oleh para medis Puskesmas Siman. Pemeriksaan meliputi tensi, menimbang berat badan, dan pemberian obat.

Kepala Desa Kepuh Rubuh mengapresiasi kegiatan ini, beliau berharap kegiatan ini berlangsung kembali pada bulan mendatang dengan tetap bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo maupun Puskesman Siman.

Posyandu Lansia merupakan salah satu program kerja PKMD di desa Kepuh Rubuh, Kecamatan Siman ini. Sulistyo Andarmoyo, S,Kep, Ns, M.Kes selaku wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo menggungkapkan harapannya untuk membentuk kerjasama dari pihak desa dengan adanya MOU pendampingan posyandu lansia Wijaya Kusuma desa Kepuh Rubuh untuk satu tahun kedepan.

Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2015

Sebagai upaya meningkatkan kemampuan tenaga medis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo kembali mengadakan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) atau Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat(PPGD) 2015.

Kegiatan tahunan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini dibuka oleh Siti Munawaroh, S.Kep, Ns., M.Kes selaku dekan. Beliau mengungkapkan keadaan gawat darurat banyak terjadi di berbagai tempat fasilitas umum yang kadang-kadang tidak mempunyai fasilitas pelayanan life saving yang lengkap. Hal ini juga memerlukan persiapan untuk petugas, persiapan peralatan serta persiapan prosedur sehingga apabila terjadi kejadian kegawatdaruratan segera bisa dilakukan tindakan pertolongan.

Dengan latar belakang tersebut diatas beliau menambahkan diperlukan training Basic Trauma and Cardiac Life Support atau PPGD dengan harapan dapat membekali diri untuk petugas yang bekerja pada tempat-tempat tersebut, sehingga apabila terjadi kondisi kegawatan petugas yang bersangkutan mampu melakukan penanganan life saving untuk mencegah kondisi yang lebih buruk lagi.

Kegiatan yang telah diselenggarakan ini diikuti sejumlah 85 peserta yang berasal dari berbagai macam instansi tak terkecuali yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan tenaga medis.

Pelaksanaan pelatihan ini dibagi menjadi 2 gelombang yaitu yaitu pada 20 s/d 30 Agustus dan 21 s/d 25 Oktober lalu di Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Selain peserta dari mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan(FIK) Universitas Muhammadiyah Ponorogo, pelatihan ini diikuti pula oleh peserta dari Preceptor atau Clinical Instructure Rumah Sakit yang digunakan sebagai lahan praktik yaitu RSUD dr.Soedono Madiun, RSUD dr. Hardjono Ponorogo, RSU Aisyiyah Ponorogo, RSU Muhammadiyah Ponorogo, RS Muslimat, dan RS Darmayu.

Para peserta mengikuti pelatihan ini dengan semangat dan antusiasme yang tinggi. Dalam pelatihan ini juga terdapat praktik PPGD secara langsung bagi masing-masing peserta. Sulistyo Andarmoyo, S.Kep., Ns., M.Kes selaku ketua panitia menjelaskan output dari pelatihan tersebut diharapkan peserta semakin ahli dalam menanggulangi keadaan gawat darurat yang dialami pasien. Pelatihan PPGD ini menjadi bekal yang sangat dibutuhkan bagi mahasiswa sebelum terjun langsung di dunia kerja.

Mahasiswa DIII Keperawatan FIK Unmuh Ponorogo Ciptakan Biskuit Kulit Ari

Setahap demi setahap mahasiswa mulai menyiapkan diri dalam persiangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Tak terkecuali yang dilakukan Moh. Yusuf Edi Saputra, Eka Novianasari, dan Muh. Zainal Ilham, mahasiswa program studi DIII Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini berhasil menciptakan kreasi produk olahan bernilai ekonomis tinggi yang diberi nama Biskulidei.

Berawal dari seleksi penulisan ide bisnis yang diselenggarakan UPT Pusat Pengembangan Bisnis(P2B) Unmuh Ponorogo kini bisnis yang dirilis empat bulan lalu ini telah menjawab tantangan bangsa untuk mandiiri dalam bidnag pangan. Produ olahan ini berasal dari tepung kulit ari kedelai bukan dari tepung terigu yang berasal dari produk impor.

Selain itu, inovasi Yusuf cs ini telah mendapatkan juara 1 Expo KWU Mencetak Sejuta Wira Usaha Muda Angkatan ke-7 yang diselenggarakan UPT P2B di Alun-alun Ponorogo. Yusuf mengaku ide ini muncul ketika melihat limbah usaha pabrik tahu di sekitar rumahnya yang berupa kulit ari kedelai hanya dijadikan pakan ternak. Mahasiswa semester empat ini mengaku ingin mengimplementasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah.

11196315_351237971741703_4760682681365953546_n

Tak tanggung-tanggung pasar produk yang dibidik adalah kalangan dosen Unmuh Ponorogo hingga pejabat. “Saya nggak nyangka antusias pembeli seperti ini,” ujar Yusuf. Meski berawal denga modal Rp 150.000,00 namun bisnis yang menjanjikan ini mulai kewalahan memenuhi pesanan terutama Biskulidei rasa Keju. Pasalnya harga cookies ini cukup murah yaitu Rp 20.000,00 s/d Rp 25.000,00.

Menurut Agus Susanto selaku mentor tim, tepung ari kedelai kaya serat serta protein ini tidak hanya bagus untuk sistem pencernaan saja tapi baik untuk mempercepat penambahan berat badan bayi yang lahir prematur. Selain itu, penderita diabetes juga dapat mengkonsumsi Biskulidei yang kaya vitamin E ini.

Dalam Seminar Indonesia Juara MEA 2015(11/04) produk lokal ini berhasil mencuri perhatian pemateri diantaranya Ir.Made dana Tangkas, M.Si selaku Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia “Ini inovasi yang luar biasa. Mari pengusaha muda di Indonesia bangkit,” ungkap Made.

Dengan berbagai proses, kulit kedelai yang awalnya hanya sebagai pakan ternak tersebut, oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan berhasil diolah sebagai tepung bahan baku pembuatan biskuit bernilai ekonomis tinggi.

Hingga kini produk dengan puluhan variasi rasa ini telah mendapat berbagai tawaran untuk bekerjasama dengan berbagai investor. Selanjutnya mentor tim ini berharap produk Biskulidei bisa menjadi oleh-oleh khas Unmuh Ponorogo untuk setiap tamu yang berkunjung sehingga produk ini tidak hanya terkenal di lingkup Ponorogo saja.(Tulisan ini pernah dipublikasi di Buletin Teen’s Voice Edisi 4 UKM PIKM Fajar Melati)(Tika/Toon).

Mahasiswa FIK Borong 2 Juara Duta Mahasiswa GenRe 2015

Kembali mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan menorehkan prestasi. Perwakilan mahasiswa yang berasal dari dua program studi yaitu Lindarti Marsyiyah mahasiswa semester 4 DIII Kebidanan dan Mahardika P.S. mahasiswa semester 2 DIII Keperawatan tersebut berhasil merebut dua kategori juara setelah menyisihkan 24 peserta lainnya pada ajang Pemilihan Duta Mahasiswa Genre 2015 yang dihelat pada 18 Maret 2015 bertempat di ruang Seminar Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

logo genre bkkbn

Meski berasal dari Fakultas Ilmu Kesehatan kedua perwakilan ini tetap dituntut menguasai materi Triad KRR maupun skill Public Speaking. Peserta wajib menjelaskan 3 kondisi rawan(resiko) yang dialami oleh remaja, menyakut napza, HIV/AIDS, dan free seks. Selain itu peserta juga harus fasih berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Tema pemilihan DUMA kali ini adalah “Discovering the Human Resources Potential Forming of Genre Quality.” Makna dari tema ini diharapkan akan menemukan kader genre yang berkualitas dan nantinya dapat memberikan sosialisasi kepada teman sebayanya mengenai kesehatan reproduksi.

Setelah melewati serangkaian seleksi Lindarti Marsyiyah dinobatkan sebagai Juara 2 kategori Putri sedangkan Mahardika P.S dinobatkan sebagai Juara 3 kategori Putri Duta Mahasiswa GenRe 2015. Baik Lindarti maupun Mahardika mengaku prestasi ini tak lepas dari kerja keras dan dukungan sahabat serta Fakultas. Sepak terjang kedua mahasiswa tersebut patut dijadikan role model mahasiswa lainnya untuk tetap berprestasi.

Siti Munawaroh, S. Kep., Ns., M. Kep selaku dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengungkapkan bahwa fakultas sangat mendukung mahasiswa yang memiliki kemampuan lebih diluar akademik. Hal ini tak terlepas dari komunikasi dan silaturahim yang baik antara fakultas dan mahasiswa.

Seminar Nasional Kesehatan Penyakit Hepatitis B : Sebuah Pengenalan Dini dan Ancaman Resiko Penularan

Dalam rangka memberikan informasi atau gambaran secara dini mengenai penyakit Hepatitis B dan upaya tenaga kesehatan untuk mengendalikan atau proteksi terhadap resiko penularan virus Hepatitis B Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo bekerjasama dengan PT Bio Farma (Persero) Bandung menyelenggarakan Seminar Kesehatan Nasional dengan tema Penyakit Hepatitis B : Sebuah Pengenalan Dini dan Ancaman Resiko Penularan.

hepatitis b

Kegiatan yang dihadiri oleh dokter, perawat, dosen, , mahasiswa, serta praktisi kesehatan lainnya sejumlah 500 peserta. Kegiatan yang telah terakreditasi PPNI Provinsi Jawa Timur ini diselenggarakan pada 24 Februari 2015 di Gedung Sasana Praja Kabupaten Ponorogo.

Sulistyo Andarmoyo, S.Kep., Ns., M.Kes selaku ketua panitia sekaligus salah satu pembicara menjelaskan sebagai tenaga kesehatan, penyakit ini perlu dikenali kembali terutama mengenai bagiamana cara penyebaran virus Hepatitis B ke tubuh manusia, karena bagaimanapun juga tenaga kesehatan merupakan kelompok yang seringkali berhadapan dengan pasien.

Selain itu, Umi Mudrikah selaku salah satu peserta mengaku seminar ini sangat dibutuhkan mahasiswa sebagai bekal sebelum terjun langsung di dunia kerja. “Sebelum terjun menjadi tenaga medis tentu pengenalan dini dan proteksi diri sangat dibutuhkan, mengingat pekerjaan ini sering bertemu dengan pasien.”

Selain Sulistyo Andarmoyo S.Kep., Ns., M.Kes, pembicara pada seminar kali ini diisi pula oleh dr. Asna Rosida, SpPD dari RSUD Dr. Hardjono Ponorogo, Nurul Sri Wahyuni, S.Kep., Ns., M.Kes dosen Fakultas Ilmu Kesehatan(FIK) Universitas Muhammadiyah Ponorogo, serta Novianto Hadi dari PT. Bio Farma (Persero) Bandung.