Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo 2015

Sebagai upaya meningkatkan kemampuan tenaga medis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo kembali mengadakan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) atau Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat(PPGD) 2015. Kegiatan ini meruoakan kerjasama dengan Pusbankes Persi 118 DI. Yogyakarta.

1

Kegiatan tahunan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini dibuka oleh Siti Munawaroh, S.Kep, Ns., M.Kes selaku dekan. Beliau mengungkapkan keadaan gawat darurat banyak terjadi di berbagai tempat fasilitas umum yang kadang-kadang tidak mempunyai fasilitas pelayanan life saving yang lengkap. Hal ini juga memerlukan persiapan untuk petugas, persiapan peralatan serta persiapan prosedur sehingga apabila terjadi kejadian kegawatdaruratan segera bisa dilakukan tindakan pertolongan.

2

Dengan latar belakang tersebut diatas beliau menambahkan diperlukan training Basic Trauma and Cardiac Life Support atau PPGD dengan harapan dapat membekali diri untuk petugas yang bekerja pada tempat-tempat tersebut, sehingga apabila terjadi kondisi kegawatan petugas yang bersangkutan mampu melakukan penanganan life saving untuk mencegah kondisi yang lebih buruk lagi.

Kegiatan yang telah diselenggarakan ini diikuti sejumlah 85 peserta yang berasal dari berbagai macam instansi tak terkecuali yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan tenaga medis.

Pelaksanaan pelatihan ini dibagi menjadi 2 gelombang yaitu yaitu pada 20 s/d 30 Agustus dan 21 s/d 25 Oktober lalu di Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Selain peserta dari mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan(FIK) Universitas Muhammadiyah Ponorogo, pelatihan ini diikuti pula oleh peserta dari Preceptor atau Clinical Instructure Rumah Sakit yang digunakan sebagai lahan praktik yaitu RSUD dr.Soedono Madiun, RSUD dr. Hardjono Ponorogo, RSU Aisyiyah Ponorogo, RSU Muhammadiyah Ponorogo, RS Muslimat, dan RS Darmayu.

3

Para peserta mengikuti pelatihan ini dengan semangat dan antusiasme yang tinggi. Dalam pelatihan ini juga terdapat praktik PPGD secara langsung bagi masing-masing peserta. Sulistyo Andarmoyo, S.Kep., Ns., M.Kes selaku ketua panitia menjelaskan output dari pelatihan tersebut diharapkan peserta semakin ahli dalam menanggulangi keadaan gawat darurat yang dialami pasien. Pelatihan PPGD ini menjadi bekal yang sangat dibutuhkan bagi mahasiswa sebelum terjun langsung di dunia kerja. “Alhamdulillah semua mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut bahkan juga peserta dari luar.