Mahasiswa DIII Keperawatan FIK Unmuh Ponorogo Ciptakan Biskuit Kulit Ari

Setahap demi setahap mahasiswa mulai menyiapkan diri dalam persiangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Tak terkecuali yang dilakukan Moh. Yusuf Edi Saputra, Eka Novianasari, dan Muh. Zainal Ilham, mahasiswa program studi DIII Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini berhasil menciptakan kreasi produk olahan bernilai ekonomis tinggi yang diberi nama Biskulidei.

Berawal dari seleksi penulisan ide bisnis yang diselenggarakan UPT Pusat Pengembangan Bisnis(P2B) Unmuh Ponorogo kini bisnis yang dirilis empat bulan lalu ini telah menjawab tantangan bangsa untuk mandiiri dalam bidnag pangan. Produ olahan ini berasal dari tepung kulit ari kedelai bukan dari tepung terigu yang berasal dari produk impor.

Selain itu, inovasi Yusuf cs ini telah mendapatkan juara 1 Expo KWU Mencetak Sejuta Wira Usaha Muda Angkatan ke-7 yang diselenggarakan UPT P2B di Alun-alun Ponorogo. Yusuf mengaku ide ini muncul ketika melihat limbah usaha pabrik tahu di sekitar rumahnya yang berupa kulit ari kedelai hanya dijadikan pakan ternak. Mahasiswa semester empat ini mengaku ingin mengimplementasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah.

11196315_351237971741703_4760682681365953546_n

Tak tanggung-tanggung pasar produk yang dibidik adalah kalangan dosen Unmuh Ponorogo hingga pejabat. “Saya nggak nyangka antusias pembeli seperti ini,” ujar Yusuf. Meski berawal denga modal Rp 150.000,00 namun bisnis yang menjanjikan ini mulai kewalahan memenuhi pesanan terutama Biskulidei rasa Keju. Pasalnya harga cookies ini cukup murah yaitu Rp 20.000,00 s/d Rp 25.000,00.

Menurut Agus Susanto selaku mentor tim, tepung ari kedelai kaya serat serta protein ini tidak hanya bagus untuk sistem pencernaan saja tapi baik untuk mempercepat penambahan berat badan bayi yang lahir prematur. Selain itu, penderita diabetes juga dapat mengkonsumsi Biskulidei yang kaya vitamin E ini.

Dalam Seminar Indonesia Juara MEA 2015(11/04) produk lokal ini berhasil mencuri perhatian pemateri diantaranya Ir.Made dana Tangkas, M.Si selaku Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia “Ini inovasi yang luar biasa. Mari pengusaha muda di Indonesia bangkit,” ungkap Made.

Dengan berbagai proses, kulit kedelai yang awalnya hanya sebagai pakan ternak tersebut, oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan berhasil diolah sebagai tepung bahan baku pembuatan biskuit bernilai ekonomis tinggi.

Hingga kini produk dengan puluhan variasi rasa ini telah mendapat berbagai tawaran untuk bekerjasama dengan berbagai investor. Selanjutnya mentor tim ini berharap produk Biskulidei bisa menjadi oleh-oleh khas Unmuh Ponorogo untuk setiap tamu yang berkunjung sehingga produk ini tidak hanya terkenal di lingkup Ponorogo saja.(Tulisan ini pernah dipublikasi di Buletin Teen’s Voice Edisi 4 UKM PIKM Fajar Melati)(Tika/Toon).